Pendahuluan
Pada tanggal 5 April 1987, sejarah televisi Amerika mencatat momen penting dengan peluncuran Fox Broadcasting Company (Fox) sebagai jaringan televisi keempat yang bersaing dengan "Big Three" (ABC, CBS, dan NBC). Fox memulai debut prime-time-nya dengan menayangkan komedi situasi "Married… with Children" dan variety show "The Tracey Ullman Show", kemudian mengulang kedua episode perdananya dua kali lagi dalam satu malam.
Strategi ini tidak hanya memperkenalkan Fox kepada penonton, tetapi juga menandai awal dari sebuah jaringan yang kelak mengubah lanskap hiburan TV. Artikel ini akan membahas latar belakang Fox, program perdananya, dampaknya terhadap industri televisi, dan warisannya hingga hari ini.
Latar Belakang Berdirinya Fox Broadcasting Co.
Fox Broadcasting Company didirikan oleh Rupert Murdoch, pemilik News Corporation, sebagai upaya untuk menantang dominasi ABC, CBS, dan NBC. Sebelum 1987, ketiga jaringan tersebut menguasai hampir seluruh pasar siaran Amerika. Murdoch melihat peluang dengan menargetkan demografi muda dan penonton yang menginginkan konten lebih edgy.
Fox awalnya hanya mengudara dua malam seminggu (Minggu dan Senin) sebelum akhirnya berkembang menjadi jaringan penuh. Dengan pendanaan besar dan strategi pemrograman berani, Fox siap merevolusi televisi.
Debut Prime-Time Fox: "Married… with Children" dan "The Tracey Ullman Show"
1. "Married… with Children" – Komedi yang Memecah Tradisi
Tayang perdana: 5 April 1987, pukul 8:00 PM ET.
Konsep: Mengisahkan keluarga Bundy—Al (pegawai toko sepatu), Peggy (istri pemalas), dan anak-anak mereka, Kelly dan Bud—yang jauh dari gambaran keluarga ideal di TV.
Dampak:
Menjadi anti-tesis dari komedi keluarga tradisional seperti "The Cosby Show".
Kontroversial karena humor sarkastik dan karakter yang sinis, tetapi justru menarik penonton yang lelah dengan TV "terlalu bersih".
Menjadi salah satu sitkom terlama Fox (11 musim, 259 episode).
2. "The Tracey Ullman Show" – Variety Show yang Melahirkan "The Simpsons"
Tayang perdana: Segera setelah "Married… with Children".
Konsep: Sebuah variety show berbasis sketsa komedi yang dibawakan oleh Tracey Ullman, aktris dan komedian Inggris.
Dampak:
Meski hanya bertahan 4 musim, acara ini melahirkan short animation "The Simpsons" yang ditayangkan sebagai segmen.
Keberhasilan segmen ini mendorong Fox memproduksi "The Simpsons" sebagai serial penuh pada 1989, yang kemudian menjadi salah satu acara paling ikonik dalam sejarah TV.
Strategi Penayangan Ulang di Malam Perdana
Fox tidak hanya menayangkan kedua acara ini sekali, tetapi mengulangnya dua kali lagi di malam yang sama. Tujuannya adalah:
Memastikan penonton yang melewatkan tayangan pertama masih bisa menonton.
Memperkenalkan brand Fox kepada audiens seluas mungkin.
Menguji daya tarik program sebelum komitmen jangka panjang.
Reaksi Awal dan Tantangan Fox di Tahun-Tahun Pertama
Meski memiliki konsep segar, Fox menghadapi beberapa kendala:
Jangkauan Terbatas: Fox hanya tersedia di sekitar 80 stasiun afiliasi, dibandingkan ratusan milik "Big Three".
Kritik dari Media: Banyak pengamat meragukan Fox bisa bersaing.
Rating Awal Rendah: "Married… with Children" awalnya tidak langsung populer, tetapi perlahan mendapatkan kultus penggemar.
Namun, Fox terus berinovasi dengan program seperti:
"21 Jump Street" (drama polisi remaja).
"America’s Most Wanted" (reality show kriminal).
"In Living Color" (variety show yang menampilkan bakat baru seperti Jim Carrey).
Warisan Fox: Jaringan yang Mengubah Televisi
Debut 1987 Fox membuka jalan bagi:
✔ Target Demografi Muda: Fox fokus pada penonton 18-49 tahun, berbeda dengan jaringan lain.
✔ Konten Berani & Kontroversial: "Married… with Children" memicu debat, tetapi juga membuktikan bahwa TV bisa lebih "nyata".
✔ Kelahiran "The Simpsons": Tanpa "The Tracey Ullman Show", serial animasi terpanjang di AS mungkin tidak akan ada.
✔ Ekspansi Fox ke Olahraga, Berita, dan Reality Show: Seperti NFL di Fox, "American Idol", dan "The X-Files".